Kebosanan adalah hal yang amat wajar dalam setiap hubungan, Bagaimana tidak, setiap hari bertemu dan berkirim kabar jelas memunculkan interaksi monoton yang tidak bisa dihindari. “Yah, dia lagi-dia lagi” — mungkin begitu pikirmu. Ketika rasa bosan melanda, masing-masing pribadi punya cara untuk mengatasinya. Ada yang menghabiskan waktu lebih banyak bersama pasangan, menjauh sementara, ada juga yang memilih untuk tidak setia.
Karena setia adalah pondasi awal untuk jalinan cinta yang kuat. Maka gak ada salahnya kamu mulai waspada dan memastikan diri untuk tidak terjebak dalam lingakaran perselingkuhan.
Mencari dia yang baru sebenarnya tak beda dari lari lintang pukang menghindari kerusakan yang kamu buat sendiri. Kamu lupa, sebenarnya ada cara lain yang lebih masuk akal: komunikasi namanya. Komunikasi bisa membuat kalian mendapatkan solusi bersama, cinta kalian juga bisa menjadi lebih kekar.
Komunikasi tidak selalu berarti duduk berdua saling berhadapan sambil bicara serius. Kalian bisa mulai mencairkan corong komunikasi yang beku dengan traveling bersama, atau mengubah kebiasaan yang makin terasa tak nyaman dijalankan. Kamu tak perlu lagi mencari pelampiasan, karena terkadang alasan utama dari kerusakan hubungan dua orang adalah kesalahpahaman.
“Yah, gimana lagi, udah terlanjur jatuh cinta, bukankah kita harus mengikuti kata hati?”
Dengan mengatas namakan cinta, kamu menganggap sikap itu benar. Tanpa peduli pada perasaan pasanganmu yang akan sangat tersakiti ketika mengetahui tingkahmu di belakang punggungnya.
Kalau mau jujur, sebenarnya kamu punya pilihan. Kamu punya hak untuk menentukan sikap. Cinta tidak pernah mengambil kemampuan untuk menghargai komitmen dan membuat prioritas — tinggal bagaimana kamu bisa bijak bersikap.
Setiap rasa tergoda itu datang, kamu punya kesempatan untuk memutuskan: Apakah kamu akan tetap berkirim pesan padanya setiap hari, atau mencoba menghentikan komunikasi ?Kamu punya pilihan untuk tetap menumbuhkan rasa itu atau tutup buku dengan fokus lagi dengan pasangan sah-mu. Karena definisi cinta bukanlah hanya sekedar terpesona dan jatuh hati, tapi ada usaha yang harus kamu perjuangkan untuk menjaga cinta itu tetap bersemi.
Cinta bukan lumut yang bisa tumbuh dengan sendirinya. Butuh usaha dan keberanian membuka hati untuk menerimanya.
Seharusnya kamu bisa memanfaatkan ini agar lebih hati-hati dan berfikir ulang untuk menjalin hubungan curang. Apakah itu semua ini pantas? Apakah ini adil untukmu dan untuk pasanganmu sekarang?
Perselingkuhan membuatmu terpaksa asyik dengan dunia rahasiamu. Seringkali hal ini membuatmu menjadi selalu merasa cemas dan takut ketahuan. Kamu menjadi mudah marah ketika pasanganmu mulai curiga. Sejatinya cinta itu bukan untuk membuat pikiranmu negatif, tapi menentramkan hati. Jadi kamu perlu menghindari permainan ini.
“Kamu kan udah punya pacar, kasihan pacarmu yang sudah setia sama kamu”.
Beribu-ribu kali temanmu bilang begitu, maka beribu-ribu kali pulalah nasihat itu memantul keluar dari kepalamu. Kamu terlampau sering mencari pembenaran, mewajarkan segala kesalahan yang kamu lakukan. Terlalu lama mengkhianati hati nurani memang membuat penilaian salah-benarmu jadi terdistorsi.
Waktu, energi, uang, dan pikiranmu akan terbuang sia-sia dalam hubungan yang tidak jelas statusnya. Kamu menjadi setengah-setengah dalam menjalin hubungan. Gak jarang, hal ini bisa membuat dirimu sendiri lelah. Prioritasmu dalam hidup pun bisa jadi kian tak terarah.
Saat memutuskan untuk berselingkuh, barangkali kamu merasa seperti sedang naik sepeda roda tiga. Saat ada satu roda yang rusak, keberadaan roda lain bisa menggantikan peran sebagai penopang. Aman, ada yang selalu bisa diandalkan — barangkali begitulah pikirmu. Tapi benarkah semesta akan merestui tindakan curang macam itu?
Karma itu ada, balasan juga selalu tersedia. Saat kamu mengkhianati dia yang sudah sepenuhnya menjaga hati demi dirimu, mengapa orang lain tidak bisa melakukan hal yang sama padamu? Sebuah hubungan yang dimulai dengan tidak baik juga tidak akan berakhir dengan baik.
Kenapa kamu ingin menyakiti mereka yang sudah sepenuhnya memberikan kepercayaan padamu? Selingkuh bisa menjadi boomerang yang justru merugikan dirimu sendiri. Karena terkadang membangun kepercayaan tidaklah semudah membalikan telapak tangan.
Penyesalan memang seringkali datang belakangan. Setelah kehilangan pasanganmu yang baik, jauh dari teman-teman yang selalu dekat, maka sesekali kamu akan menyadari bahwa ada yang sesuatu yang salah denganmu. Atau ternyata dia tidak lebih baik dari yang selama ini kamu bayangkan.
Mabuk cinta terkadang memang membuatmu menjadi buta. Lantas, kamu menyadari sudah mengorbankan banyak hal. Gak jarang kamu menjadi sangat merasa bersalah pada akhirnya. Jadi jika kamu tidak ingin menyesal dibelakang, jangan pernah mencobanya.
“Setialah, Nak. Karena setia adalah pekerjaan yang baik.”
Dalam skenario cinta macam apapun memilih bersetia membuat jalanmu makin mulus. Dengan bersetia, kamu tak perlu mengkhianati hati nuranimu sebagai manusia. Kamu tak perlu berubah jadi manusia bermuka dua yang punya banyak rahasia di depan orang yang kamu cinta. Semembosankan apapun sebuah hubungan setia tetap jauh lebih menjanjikan masa depan. Karena setia adalah pekerjaan yang baik, mau bersabarkah kamu menunggu bosanmu terhalau?
Selamat menjaga cintamu. Semoga hanya kebaikan yang datang dalam kisah kasihmu.Opera99.net
Kenapa Kamu Gak Perlu Coba-Coba Untuk Selingkuh !!!
Reviewed by OPERA99.NET TERBAIK
on
November 16, 2018
Rating:
Reviewed by OPERA99.NET TERBAIK
on
November 16, 2018
Rating:



Tidak ada komentar: